KARYA TULIS ILMIAH
Pembinaan Infaq Dalam Membentuk Karakter Religius Peserta Didik Di
SD Negeri 2 Krangean
Disusun
oleh Natashya Kelas VI
BAB 1
PENDAHULUAN
- Latar
Belakang Masalah
Menurut Undang Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003
tentang Sistem Pendidikan
Nasional ( UU Sisdiknas ) merumuskan fungsi dan tujuan pendidikan
nasional yang harus digunakan dalam mengembangkan upaya pendidikan di
Indonesia. Pasal 3 UU Sisdiknas menyebutkan ``Pendidikan nasional berfungsi
mengembangkan dan membentuk watakserta peradapan bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan
kehidupan bangsa,bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar
menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,berakhlaq
mulia, sehat, berilmu, cakap, Kreatif, mandiri, dan menjadi Warga Negara yang
demokratis dan bertanggung jawab.Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia,karakter
diartikan sebagai sifat - sifat kejiwaan, tabiat, watak, Akhlaq, atau budi
pekerti yang membedakan seseorang dengan orang lain. Karakter merupakan kunci
penting yang dibutuhkan dalam membangun kesejahteraan manusia abad 21 yang
telah banyak didominasi oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.Indonesia
bisa semakin Tumbuh berkembang dan dipandang oleh dunia sebagai bangsa yang
maju.Keanekaragaman Suku, agama, maupun budaya sebagai sebuah ciri bangsa yang
menonjol merupakan modal yang bisa memperkuat eksistensi Indonesia sebagai
sebuah bangsa yang besar. Penduduk Indonesia juga sangat mudah dikenali karena
keramahan,toleransi,dan sikap religiusnya Yang tinggi. Indonesia dengan
mayoritas muslim ( sekitar 88,2% ) muslim paling dermawan di dunia. Dalam
kerangka Character Building Aspek religius perlu ditanamkan secara maksimal.
Penanaman nilai religius ini menjadi tanggung jawab orang tua dan
sekolah. Menurut ajaran Islam,sejak anak belum lahir sudah harus ditanamkan
nilai nilai agama agar si anak kelak menjadi manusia yang religius. Berdasarkan
pengamatan di SD Negeri 2 Krangean dalam membentuk karakter religius dan
sebagai implementasi ketaatan manusia kepada Tuhan Dan kepedulian manusia
kepada orang lain sebagai bentuk ibadah yaitu diadakan kegiatan infaq.Dari
hasil wawancara kepala sekolah dan Guru Guru agama Islam kegiatan ini diadakan
Setiap hari.Akan tetapi,ada beberapa siswa masih ada yang beramal karena ingin
tercatat guru Atau karena ikut ikutan teman, tanpa menyadari manfaat dari
berinfaq.Kegiatan Infaq tersebut Banyak manfaatnya, di antaranya untuk melatih
siswa memiliki sikap ikhlas, peduli terhadap sesama,dan sebagai wujud ibadah
kepada Allah SWT. Nantinya hasil dari Infaq tersebut akan digunakan untuk
memperingati hari besar Islam, mengunjungi teman yang sakit, dan digunakan
untuk membantu siswa yang kurang mampu. Diharapkan nantinya kegiatan ini akan
membentuk Karakter religius siswa yaitu peduli terhadap sesama,ikhlas dan sabar
dalam menunaikan ibadah infaq yang diperintahkan agama Islam.Dari pengamatan
saya di zaman modern ini Kita juga sering melihat banyak orang yang melakukan
amal atau berinfaq hanya semata mata karena ikut ikutan, dan hanya di puji
saja, tanpa tau bahwa hal itu salah menurut ajaran agama islam. Jika berinfaq
hanya ingin dipuji saja dan pamer saja maka Infaq yang dilakukan tersebut tidak
ada guna dan pahalanya,bahkan membuat orang yang menerima akan cenderung
canggung atau malu.Untuk itu perlu ditanamkannya karakter religius untuk
peserta didik khususnya dengan suka menolong, dermawan dengan ikhlas dan hanya
mengharapkan ridho Allah semata.
BAB 2
LANDASAN TEORI
A.Deskripsi Teori
1.pengertian Infaq
Kata Infaq berasal dari Bahasa Arab yaitu ‘’Infaq’’ menurut bahasa
yaitu membelanjakan Atau menafkahkan. Sedangkan menurut istilah Agama Islam
Infaq. Berarti menafkahkan Atau membelanjakan sebagian harta benda yang
dimiliki dijalan yang diridhoi Allah SWT. Contohnya menginfaqkan hartanya untuk
membangun masjid, musholla, madrasah, untuk Dakwah islam, dan sebagainya. Dengan
demikian, yang disebut Infaq apabila membelanjakan Harta untuk kepentingan
Agama. Infaq adalah perbuatan yang mulia dan diperintahkan Allah SWT untuk
dilaksanakan oleh seluruh umat manusia. Infaq dalam Al-Qur’an mempunyai
beberapa pengertian. Dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 274 Allah berfirman;
Artinya: Orang orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari
secara tersembunyi dan terang terangan,maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan
tidak ( pula ) mereka bersedih hati.( QS. Al-Baqarah ayat 274 ). Tujuan yang
hendak dicapai dari Infaq adalah mengatasi kebutuhan Dasar kelompok lemah atau
yang membutuhkan, untuk mencapai tatanan kehidupan berdasarkan pada keadilan
dan kemanusiaan. Selain itu, Infaq disisi lain berarti nilai ibadah untuk
sarana mendekatkan diri kepada Allah SWt, karena sesungguhnya perintah berinfaq
sendiri terdapat di dalam ayat Al-Qur’an dan diperintahkan langsung oleh Allah
SWT.
2.Hukum Infaq
Adapun Hukum Infaq yaitu;
1)
Infaq wajib diantaranya zakat,kafarat,nadzar,dan lain lain.
2)
Infaq sunnah diantaranya,infaq kepada fakir miskin sesama
muslim,infaq bencana alam,
Infaq kemanusiaan,dan lain lain.
BAB III
PEMBAHASAN
A.
Sejarah Singkat SD Negeri 2 Krangean
SD Negeri 2 Krangean didirikan pada
tahun 1982 beralamat di dusun batur,desa krangean, RT 2 RW 10 kecamatan
kertanegara,kabupaten purbalingga.Sejak tahun 2018 SD Negeri 2 Krangean
terakreditasi A memiliki 114 siswa.Visi yang dirancang SD Negeri 2 Krangean
merupakan serangkaian kata yang menunjukkan impian, cita cita atau nilai inti
demi mencapai Sebuah tujuan yang diinginkan berupa nilai nilai
religiutas,intelektualitas,dan norma yang berjalan di masyarakat.Adaoun bunyi
visi adalah terwujudnya peserta didik yang religius, berprestasi, kreatif, dan
peduli lingkungan.sedangkan penjabaran misi sekolah yang pertama yaitu
religiutas adalah mewujudkan peserta didik yang memiliki sikap sebagai seorang
Yang beriman, berakhlaq mulia, berilmu, percaya diri, disiplin, dan bertanggung
jawab dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam
jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
B.
Analisis Data
Karakter adalah ciri khas yang
dimiliki oleh suatu benda atau individu.Ciri khas tersebut asli dan mengakar
pada kepribadian benda atau individu, serta merupakan ‘’mesin’’ yang mendorong
bagaimana seorang bertindak, bersikap, berucap, dan merespon sesuatu.
Pendidikan karakter termasuk dalam menteri yang harus diajarkan dan dikuasai
serta direlitasikan oleh peserta didik dalam kehidupan sehari
hari.permasalahannya,pendidikan karakter di sekolah selama ini baru menyentuh
pada pengenalan norma atau nilai nilai, dan belum pada tingkatan internalisasi
dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari hari di masyarakat. padahal
pendidikan karakter seharusnya membawa peserta didik ke pengenalan nilai secara
kognitif,dan akhirnya penghayatan nilai secara nyata. Pada pembinaan infaq
dalam membentuk karakter religius, dari Observasi awal yang telah dilaksanakan
penulis menemukan bahwa pendidik telah mengimplementasikan kegiatan infaq di
sekolah terdiri dari kepala sekolah sebagai penasihat, adanya guru agama islam,
dan siswa dalam membentuk karakter religius peserta didik. Kemudian dilakukan
rapat sekolah terhadap merupakan sumber daya utama. Kepala sekolah dan data
data berupa arsip atau dokumen infaq sebagai sumber daya sekundernya. Berikut
hasil analisis data yang diperoleh oleh penulis:
- Perencanaan
pembinaan Infaq dalam Membentuk Karakter Religius Peserta Didik
Tujuan yang hendak dicapai dari
infaq adalah mengatasi kebutuhan dasar kelompok lemah atau yang
membutuhkan,untuk mencapai tatanan kehidupan berdasarkan pada keadilan dan
kemanusiaan. Pembinaan dari nilai nilai karakter tersebut dilakukan dalam
beberapa program sekolah baik yang termuat dalam kurikulum maupun pembiasaan
sekolah.
Perencanaan didefinisikan sebagai
suatu kegiatan yang terkoordinasi untuk mencapai tujuan tertentu dalam waktu
tertentu ‘’Jadi salah satu pembiasaan di sekolah kita namanya Infaq itu ada
Infaq sebelum belajar di kelas masing masing. Kemudian ditambahkan oleh guru
PAI BP:
‘’Jadi infaq ini disunnahkan kepada
Rasulullah infaq ini sebenarnya Religius saat kita menegakkan sunnah itu juga
kita sudah termasuk Ranah Religius jadi memang sudah terencana kegiatan infaq
di sekolah ini yg mana menumbuhkan kepedulian terhadap anak dengan berinfaq itu
kita gunakan untuk peserta didik yatim piatu,kurang mampu,dalam kondisi
sakit,berkhitan, serta kebutuhan mushola sekolah. Ada 2 faktor yg sangat
mempengaruhi pelaksanaan pembinaan infaq ini berupa faktor pendukung dan faktor
penghambat. Kemudian disimpulkan oleh peneliti
sebagai berikut:
- Faktor pendukung pembinaan infaq
1)
Dorongan dari orang tua peserta didik
2)
Dorongan serta motivasi kepala sekolah dan guru pembina infaq
3)
Sebagai program utama di SD Negeri 2 Krangean karena mayoritas
peserta didik sudah berinfaq
B. faktor penghambat pembinaan infaq
1)
Peserta didik perlunya motivasi akan pentingnya infaq
2)
Terkadang anak ada yang lupa membawa uang infaq
C. Evaluasi Pembinaan Infaq dalam membentuk
Karakter Religius Peserta Didik
Pada intinya
karakter itu terbentuk dari apa yg dilihat,yg nantinya akan masuk dalam
pikiran,dan diimplementasikan ke dalam bentuk perbuatan,yg dilakukan secara
terus menerus, akhirnya akan menjadi karakter. Pendidikan di sekolah seharusnya
memang bukan sekedar memberikan berbagai macam pengetahuan, melainkan pula
harus bisa membentuk karakter siswanya.
Berdasarkan latar belakang masalah di atas terdapat rumusan masalah
yaitu Bagaimana perencanaan,pelaksanaan dan evaluasi,pembinaan infaq dalam
membentuk karakter religius peserta didik di SD Negeri 2 Krangean. Tujuan yang
ingin dicapai adalah untuk mengetahui perencanaan pelaksanaan dan evaluasi
pembinaan infaq dalam membentuk karakter religius peserta didik di SD
Negeri 2 Krangean
Manfaat dalam mengkaji pembinaan peserta didik dalam kegiatan
infaq:
Manfaat Teoritis yaitu Bagi sekolah diharapkan untuk bisa
memberikan informasi tentang pentingnya pembinaan infaq untuk membentuk
karakter religius di sekolah.
Bagi guru diharapkan menjadi bahan acuan dalam rangka mengembangkan
budi lingkungan sekolah atau luar sekolah. Bagi peserta didik diharapkan dapat
membiasakan infaq dalam kehidupan sehari hari.
BAB IV
A. KESIMPULAN
Berdasarkan pembahasan hasil
penelitian yang telah peneliti kemukakan di atas,maka pembinaan Infaq dalam
membentuk karakter religius peserta didik di SD Negeri 2 Krangean dapat
disimpulkan sebagai berikut:
1. Perencanaan pembinaan
infaq dalam membentuk karakter di sekolah yaitu:
- Perencanaan
pembinaan kegiatan berinfaq di SD Negeri 2 Krangean mengikuti sunnah
Rasulullah dengan tujuan membentuk karakter religius yang mana menumbuhkan
kepedulian terhadap anak itu sendiri atau lingkungan sekitar sekolah yang membutuhkan
serta ditentukan pemerintah misalnya tempat yatim piatu.
- Dalam
perencanaan pembinaan kegiatan infaq,guru pembina menggunakan dua metode
program yakni Infaq hari jum’at di
mushola sekolah dan kegiatan infaq di kelas masing masing dibantu wali kelas
serta sebelum adanya ujian peserta didik dianjurkan untuk berinfaq agar
ilmu yang dipelajari menjadi bekal untuk kedepannya
2.
Pelaksanaan pembinaan Infaq dalam membentuk karakter religius peserta
didik di SD Negeri 2 Krangean yaitu:
- Proses
pelaksanaan pembinaan infaq ini akan mendorong semua warga sekolah untuk
meningkatkan kesadaran akan pentingnya penanaman nilai nilai religius
melalui kegiatan infaq kepada peserta didik.
- Selain
itu, peran dari masing masing pihak tersebut juga dapat membentuk pembiasaan
infaq yang sangat kondusif untuk proses belajar dan mengimplementasikan
pendidikan karakter.
3. Evaluasi dari pembinaan infaq dalam membentuk
karakter religius peserta didik yaitu:
- Pentingnya
evaluasi pembinaan infaq karena ingin melihat tingkat keberhasilan
kegiatan yang telah terencana agar dapat diukur,dinilai,dan keberhasilan
kegiatan yang telah terencana agar dapat diukur,dinilai,dan diperbaiki
melalui inovasi inovasi di sekolah.
- Kegiatan
pembinaan infaq dikatakan efektif apabila peserta didik sudah menerapkan
infaq dalam kehidupan sehari hari,juga sebagai bentuk hasil dari pembinaan
yang telah dilaksanakan sekolah.dengan pembiasaan infaq dalam membentuk
karakter religius peserta didik.
2.
Bagi kepala sekolah hendaknya hasil penelitian ini dapat digunakan bahan
masukan dan pertimbangan untuk evaluasi kedepannya dalam pengembangan kegiatan
infaq guna lebih efektif dan menyeluruh.
3. Bagi pendidik guru hendaknya
memberikan contoh atau teladan dalam berinfaq, sehingga peserta didik dapat melihat
langsung dan mencontohnya, dan juga guru bekerja sama dengan orang tua atau
wali murid dalam membimbing atau membina peserta didik, agar peserta didik
membiasakan peduli dalam kehidupan sehari hari.
4. Bagi peserta didik diharapkan
setelah menjalankan kegiatan infaq di sekolah maka peserta didik juga
menerapkannya di kehidupan sehari hari, baik masih menjadi peserta didik aktif
ataupun sudah lulus dari sekolah. Pembinaan yang berkaitan dengan membentuk
karakter religius.
Daftar Pustaka
Arikunto.2011. Prosedur
penelitian, yogyakarta: teras
Abidah, Atika.2011.zakat filantropi dalam
islam, ponorogo: Tim stain ponorogo press
Agama, kementrian.2014.Al-Qur’an dan
terjemahnya, jakarta: Pustaka jaya ilmu
Alim, muhammad.2006. Pendidikan agama
islam,Bandung: PT. Remaja Rosda karya
Depdiknas. 2007.Kamus
Besar Bahasa Indonesia, jakarta: Balai Pustaka
Kisah
Keteladanan Sunan Kudus
disusun
oleh Alfia Kelas VI
Assalamu alaikum warahmatullohi wabarakaatuh
angudzubillahi minas syaitonnirrjim bismillah rohmanir rohim
hamdan wasyukron lillah wasalam ala rosulillah amma ba dah
yang saya hormati bapak ibu dewan juri
yang saya hormati dan ibu guru
dan tak lupa teman teman perserta lomba yang saya sayangi
perkenalkan nama saya…..
saya dari SD negeri 2 krangean
apakah ada yang tahu siapakah sunan kudus?
sunan kudus adalah salah satu anggota wali songo yang menyebarkan
agama islam di tanah jawa tempatnya di daerah jawa tengah dan sekitarnya.
beliau lahir di kuduh pada tahun 1400 masehi dengan nama sayyid ja
far shodiq.sunan kudus hidup di era kerajaan hindu jawa yang sedang runtuh dan
agama islam baru mulia menyerbar di daerah jawa.
sebut nama sunan kudus disematkan karena beliau daerah kudus
sebagai tempat berdakwahnya
sunan kudus menepat berdakwa di daerah ini selama bertahun tahun
lamanya sehingga masyarakat setempat kemudian memanggilnya dengan sebutan sunan kudus.
nah teman teman penasaran
kandengan cerita tentang sunan kudus?simak yuk ceritanyaa.
pada suatu hari sunan kudus membili sapi yang si sebut dengan kebo
gumarang
sapi itu ukuranya sangat besar dan di datangkan lasung dari india
menggunakan kapal
mooo.. mooooo…… mooo……
sapi yang ukuranaya besar ini tentu saja menarik perhatian
masyarakat karenan kandangnya tepat beradam pekarangan rumah yang bisa terlihat
dari jalanan.
di masa itu masyarakat kota
kudus mayoritas baragama hindu karena ajaran islam baru mulai masuk pada saat
sunan kudus datang ke sana.
masyarakat yang melihat sunan kudus memelihara sapi berukuran besar
itu pun penasaran dengan apa yang akan dilakukan oleh sang penilik
dalam ajaran hindu sapi adalah hewan suci karna dianggap sebagai
kendaraan yang digunakan oleh para dewa
oleh karna itu rasa penasaran mereka sangat tinggi dan membuat banyak
orang berkerumunan didepan pekarangan rumah sunan kudus setip hari
sunan kudus yang melihat hal tersebut ahirhya keluar dari dalam
rumah dan berkata wahay sanak saudaraku yang saya hormati.. sapi yang ada di
pekarangan ini adalah peliharaan ku.saya melarang saudara saudara untuk
menyakiti sapa apa lagi membunuhnya .sebab di waktu kecil saya mengalami saat
yang berbahaya hampir mati ke haus san lalu seekor sapi datang menyusui saya.
mendengar cerita tersebut rakyat kudus terkagum kagum dan saling
berbisik eh jangan jangan sayyid ja far shodiq adalah titisan dewa wisnu.
hah bernarkah?sssst..sst..dengarkan ceritanya !
sunan kudus lalu melanjutkan ceramahnya wahai saudara saudara
saudaraku apakah kalian tahu salah satu surah al-qur an yaitu surat ke dua yang
di nama kan surah al-baqarah atau di dalam bahasa kita surat sapi.
masyarakat semakin tertarik dan bertayan tayan kok ada ya , sapi di
dalam kidap al-qur an mereka pus semakin ingin mengetahui mengenai kajian
al-qur an yang disampaikan oleh sunan
kuduh.
demikianlah sesudah simpati berhasil didapakan maka beduyung
dyunglah mereka untuk masuk keagama islam berangkat dari hal itu larangan untuk
membunuh sapi masih diterapkan oleh
masyarakat.
karenan setiap hari raya
idul adha mereka lebih memiliki untuk untuk berkurban kerbau
Salat
Berjamaah
Disusun
oleh Gilang Kelas VI
BAB 1
Pendahuluan
Pendidikan agama tidak hanya membekali anak dengan pengetahuan Agama
atau mengembangkan intelek anak saja,akan tetapi mulai dari Latihan-latihan
amaliyah sehari-hari yang sesuai dengan ajaran agama islam Baik menyangkut
hubungan manusia dengan Allah hubungan
manusia Dengan sesama manusia maupun hubungan manusia dengan alam
sekitarnya Hal ini sesuai dengan tujuan pendidikan agama islam yang dirumuskan
oleh Zuhairi dkk, sebagai berikut:membimbing anak agar menjadi muslim sejati Beriman
teguh, beramal saleh dan berakhlak mulia serta berguna bagi masyarakat Agama
dan bangsa yang mana semua ini akan dipraktekan oleh siswa dalam Bentuk tingkah
lakunya sehari-hari baik dilingkungan keluarga, sekolah maupun Masyarakat dan
negara.
Untuk mendapat kekuatan spiritual keagamaan,kepribadian,maka hal
ini tidak Terlepas dari pendidikan agama islam,dimana pendidikan agama islam
adalah Upaya sabar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal Memahami,
menghayati hingga mengimani, bertakwa, dan Berakhlak mulia dalam mengamalkan
ajaran agama islam dari sumber utamanya:kitab Suci Al Qur'an dan hadis,melalui
kegiatan bimbingan pengajaran, latihan serta Penggunaan pengalaman-pengalaman.
Agama islam terdiri dari lima pondasi,yaitu dua kalimat syahadat
shalat, puasa, zakat, dan Haji salah satu dari kelima pondasi yang wajib
dilaksanakan ialah shalat.shalat merupakan Tiang agama, bagi umat islam shalat
merupakan sesuatu kewajiban yang harus dilaksanakan Hal ini dijelaskan dalam
firman allah swt dalam Al Qur’an surat al baqarah ayat 43 Artinya ’’dan
dirikanlah shalat dan keluarkanlah zakat dan tunduklah\ruku Bersama-sama
orang-orang yang pada ruku’’.4 Firman allah diatas telah menegaskan bahwa
shalat merupakan suatu kewajiban bagi Umat islam yang harus dilaksanakan,selain
sebagai suatu kewajiban juga merupakan Kebutuhan rohani bagi setiap umat islam.
Dalam pelaksanaanya shalat dapat dilakukan secara sendiri atau berjamaah
sebanyak 27 derajat sebagaimana dijelaskan dalam hadis nabi yang berbunyi: Artinya:shalat
berjamaah itu lebih utama dari shalat sendirian sebanyak dua puluh tujuh Derajat
(H.R Bukhori muslim)
Shalat berjamaah merupakan shalat yang dilaksanakan secara
bersama-sama yang dilakukan Sekurang-kurangnya diikuti dua orang atau lebih. adapun
shalat berjamaah ini bisa dilaksanakan di masjid ataupun di rumah. Selanjutnya
,dengan melaksanakan shalat akan mencegah diri dari perbuatan keji dan mungkar Dan
juga dapat melatih diri untuk berbuat disiplin seperti shalat berjamaah.
Shalat Berjamaah yang dilakukan bersama-sama dapat membuat diri
untuk saling menghormati Menghargai tanpa ada perbedaan dan kebiasaan baik ini
dapat pula diimplementasikan Ke Dalam kehidupan sehari-hari. Sebenarnya,shalat
berjamaah berpengaruh terhadap tingkah laku manusia.dikatakan demi kian Karena
dengan shalat berjamaah akan melatih diri untuk kebaikan atau bertingkah laku
baik Karena di dalam shalat berjamaah tersebut terdapat hikmah yang banyak.
Shalat berjamaah selain dapat di lakukan di masjid,dirumah juga
dapat dilakukan di sekolah-sekolah hal itu merupakan salah satu upaya pihak
sekolah atau guru untuk membiasakan anak mengerjakan shalat secara berjamaah
dan juga merupakan salah satu upaya guru dalam mendidik tingkah laku siswa
BAB II
Aktivitas merupakan suatu kegiatan yang dilakukan kegiatan yang
dilakukan dengan rajin dan sungguh-sungguh.kegiatan dapat diartikan dengan
kesibukan dan kegiatan yang mengerahkan seluruh tenaga pikiran atau badan untuk
mencapai sesuatu tujuan shalat berjama’ah adalah shalat yang dilaksanakan
secara bersama sama yang dilakukan sekurang-kurangnya dua orang.satu orang
menjadi imam dua yang lainya menjadi makmum.jadi aktivitas shalat berjamaah
adalah suatu kegiatan yang tampak pada melaksanakan shalat secara bersama-sama
yang sekurang -kurangnya diikuti oleh dua orang,satu menjadi imam selebihnya
menjadi makmum sholat berjama’ah termasuk amalan yang pahalanya mulai
didapatkan seorang muslim sebelum pelaksanaan berjalan menuju shalat berjamaah
termasuk amalan karena seorang hamba dengan karunia allah memperoleh jamaican
kehidupan yang baik serta kematian yang
baik pula dan sholat merupakan amal yang dapat
menghapuskan kesalahan-kesalahan serta meninggikan derajat-derajat.
Pemerintah sholat ini hendaklah ditanamkan ke dalam hati dan jiwa
anak-anak dengan cara pendidikan yang cermat dan dilakukan sejak kecil secara garis besar tingkah laku manusia
dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal faktor
atau faktor pembawaan merupakan faktor dominan yang dibawa faktor pembawaan
adalah sifat-sifat yang berhubungan dengan faktor jasmani menurut sanapiah
faisal dan andi mappiare pembawa dapat diartikan. Sebagai’’kecenderungan untuk
tumbuh berkembang bagi manusia menurut pola -pola,ciri-ciri Sifat-sifat
tertentu yang timbul saat konsepsi’’.
Pada umumnya faktor pembawaan dapat dibedakan menjadi faktor ras
jenis kelamin dan pembawaan perseorangan semua pembawaan ini menyebabkan
tingkah laku individu tidak sama antara satu sama lain.
Faktor eksternal
Faktor yang datang dari luar berupa pengalaman-pengalaman perlakuan
orang tua atau pendidikan pengalaman yg dialami individu di saring dan kemudian
membentuk karakter tersendiri yang dapat merubah temperamen seorang sehingga
dapat membentuk kepribadian. Dalam kaitanya dengan tingkah laku pengaruh
lingkungan terhadap individu sangat menentukan dan bahkan merupakan bagian yang
integral dari proses tingkah laku
Perilaku yg baik adalah pola perilaku yg dilandaskan pada
nilai-nilai agama setiap perbuatan yg baik terlihat pada sikap jiwa dan
perilaku sesuai dengan akidah dan
syairah islam .di dalam islam.
Pertama perilaku yang mencerminkan struktur dan pola perilaku
manusia dalam aspek atau membiasakan prilaku dan keagamaan dalampergaulan siswa
sehari hari pengarus sholat berjamaah terhadap tingkah laku siswa
A.sholat berjamaah yang baik dan benar akan menciptakan konsentrasi dan kedamaian sehingga dapat
menyegarkan seluruh jiwa
B.shalat berjamaah bisa menutupi kekurangan yang satu dengan yang
lainya
C. shalat berjamaah dapat membentuk bagian kepada allah ,sehingga
aku terlepas dari sifat munafik.19
BAB IV
Penutup
1.pembiasaan pelaksanaan shalat berjamaah dan kontribusinya dalam
meningkatkan Tali silaturahmi warga sekolah sdn 2 krangean dapat disimpulkan
1.pembiasaan pelaksanaan shalat berjamaah merupakan suatu kegiatan
rutin yang dilaksanakan di sekolah yg mana kegiatan shalat berjamaah tersebut
membutuhkan waktu kurang lebih sekitar 15 menit dan dikerjakan setelah jam ke 8
yaitu jam 11.59-17.10wib.kegiatan ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan
setiap hari oleh segenap siswa,guru dan karyawan untuk imam shalat yang
mengimani adalah gurunya sendiri setiap hari ada jadwal untuk mengimani secara
bergantian .untuk makmumnya adalah siswa-siswi sdn 2 krangean kontribusi
pelaksanaan shalat berjamaah dalam meningkatkan tali silaturahmi siswa-siswi
sdn 2 krangean sangat berpengaruh positif dalam membentuk perilaku pengaruh
yang paling besar adalah pengaruh terhadap kepribadian siswa itu sendiri.tidak
hanya terhadap pribadi anak saja tetapi juga pengaruh terhadap perilaku dan
hubungan kepada guru,teman.
2.semakin membiasakan shalat berjamaah akan mencegah dari perbuatan
yang kurang terpuji dan meningkatkan hubungan atau tali silaturahmi antara
warga sekolah
B.saran seperti papatah bahwasanya “hancurnya bangsa disebabkan
rusaknya moral memuji perilaku yang mulia ,khususnya
1.untuk kepala sekolah:agar meningkatkan dan memainkan tali
silaturahmi pada anak didiknya khususnya
SDN 2 krangean sehingga visi dan misi bisa tercapai dan terlaksana dengan
maksimal
2.untuk guru pai:agar meningkatkan dan menambahkahkann pelajar
ahlak seperti menambah sirama.rohani di setiap saat saat di SDN 2 krangean
supaya suasana dan proses pembelajaran mencapai hasil yang maksiumal dan tidak
membosankan bagi siswa siswi SDN 2 krangean dan menjadikan mereka seorang siswa
siswi yang mempunyai keprabidian mulia
3.untuk siswa: dengan dilaksanakan kegiatan rutin sholat berjamaah
di sekolah diharapkan siswa siswi selalu aktif mengikuti dan sadar dengan
sendiri tanpa harus ada perintah atau ajakan dari teman maupun paksaan sehingga
siswa siswi sehingga hubungan tali silaturahmi dan,menjadi peserta didik yang
berperilaku dan berbudi pekerti luhur yang sesuai dengan misi si sdn 2 krangean
Daftar Pustaka
Abdul aziz muhammad azam dan abdul wahab sayyed hawwas.fiqh ibadah
thaharah,shalat,zakat,puasa,dan haji jakarta:amzah,2009 abdul rahman
,masykuri,kaifiyah dan hikmah shalat versi kitab salaf sidogiri:cahaya berkah
sidogiri,2006
Al-’adwy musthafa,fiqh akhlak.jakarta:qisthi pres,2005
Arikunto,suharsimi.manajemen penelitian jakarta:rineka cipta,2000
Basrowi dan suwandi:memahami penelitian kualitatif jakarta:rineka
cipta 2008.
Comments
Post a Comment